Powered by Blogger.
RSS

Sunday, 31 July 2011

Bintang! Ajari Aku.....!



Aku masih terjebak malam
Duduk menanti bintang
Mencoba menebak makna kelam
Tersuruk hati yg menggerang

Ku ucap sungguh…
Driku masihdi sini
Mengingat slad ygtiba tiba berlalu

Kilau jatuh dalam harapku
Membuatku t’ lelah menunggu
Silaumu jatuh, namun tetap melagu
Tak hentinya aku menyeru

Bintannng….!

Ajari aku membaca
Dari awal aku mengeja
Hingga aku bias mencerna
Tuntun aku mencari makna

Apa yang ada d balik cadar?
Menghalangi cahaymu berpendar

Bintang…
Kau tetap gemintang!

Bintang…
kau tetap cemerlang!

Saturday, 30 July 2011

massa lalu

Mengingat massa lalu
Berharap dy hadir kembali
Larut dalam kesedihan
Dan meratapi tragedy yang telah terjadi
Kebodohan dan kesia siaan
Sama dengan membuyarkan kenyataanmassa depan

Massa lalu…
Biarkan ia terkatup dalam kerangkeng kelupaan
Terikat kuat dalam penjara kealfaan
Biarlah dy terpenjara dalam kegelapan
Tak ada duka yang memperbaikinya
Tak ada derita yang mampu meluruskannya
Tak ada kegelisahan yang mampu menghidupkannya kembali



Thursday, 7 July 2011

untukmu

kembali menanti di sini hingga senja berselimut kelam
menanti pekat melahap semua hingar bingar yang merajai terang
hingga aku menemuimu..
untuk kembali menjadi piringan hitam yang nyanyikan keluh dan mengurai tangis
kemudian menukarnya dengan senyum
dan rindu yang semakin menggebu,
ku coba merangkai makna bersama malam
Biarkan aku berpijak pada kedua kakiku
Dan aku mengukir arti bersama gelap
Aku mencoba musnahkan masa lalu!

Dalam do’aQ temukan dirinya….!

Petang menjelang
Sang surya pun berpulang
Menutup hari dengan tenang
Ditemani panggilanmu yang berkumandang

Bersama tetesan suci diragaku
Bersiap memenuhi panggilanmu
Berharap terkikis dosa dengan ikhlasnya hati pada takbirratul ikhram
Meneguhkan jiwa lewat khusyunya iftitah
Tersambung oleh untaian do'a al-fatihah


sujudku yang mengalun merdu
membuatku terhanyut dalam ribuan bulir air mata
kutemukan dirinya dalam sudut asmamu
yg terselip dalm potongan ayat al Quran

aku btuh seseorang
tp bukan pujangga yang hanya bisa merangkai kata mutiara
dekap aku dalam rengkuhan damai nirwana

ya allah ...!
ijinka aku raih warna jingga kehidupan ini
sirnakanlah pekat hitam yang selalu temani sepiku

ya allah...!
jadikanlah pelabuhanku ini yg terakhir kali

Saturday, 2 July 2011

Dinda


Rumput berbaris menyaksikan memori terindah
Aku gantungkan cinta di pucuk-pucuk daun
Burung-burung berkalung syahdu
Langit dan awan tersangkut cemburu
                Dua insan terlena kasih
                Tapi tak mampu utarakan dengan kata
                 Perasaan ini tetap di pucuk daun
    Kutitipkan ini Yang Maha Kuasa
Kurasa ini lariat waktu saja
Aku pasrahkan takdir yang mengaturnya
Ketahuilah kasih ini tuk kini dan slamanya
Hanya untuk seorang yang kucinta
                Kuharap dinda juga merasa
                Sujudku tak lupa doakanmu
                Aku harap dinda juga
Bulir padi melirik kecewa
Jika dinda menitik air mata
Aku tak kuasa tuk melepasnya
                Aku percaya wahai waktu
                Kau takkan tega tuk pisahkan kami berdua
                Aku percaya rintik hujan sekalipun
                Enggan turun membasahi kita
Dinda……
Cintaku tak terlindaskan oleh waktu